Social Icons

Pages

Rabu, 04 April 2012

Tugas Cerpen

PERJALAN CINTA


 Pagi yang cerah ini menyinari hati Raka di pagi yang indah. Jantungnya berdegub kencang karena ia akan masuk ke sebuah perguruan tinggi yang favorit. Awalnya Raka tidak sengaja bertemu dengan seorang cewek. Raka bertemu cewek itu di musholla kampusnya memang parsnya cantik seperti bidadari dari kayangan dan matanya indah hingga membuat Raka melamun dan menabraknya.
“maaf-maaf, aku gak sengaja nabrak kamu” Ucap Raka
 “Nggak papa, aku tadi juga gak lihat klu ada kamu “Cewek itu menjawab.
“Oh iya nama kamu siapa dan kamu jurusan apa?
“Namaku….Aku jurusan Fisika”

Namun cewek yang bertabRakan dengan Raka itu malu,dan berlari menuju kelasnya. Kemudian  Raka mencari informasi tentang cewek yang misterius itu. Lewat temannya yaitu Askia yang satu jurusan dengan cewek misterius itu.
“ki aku boleh minta tolong kamu apa enggak?”
“Boleh, apa yang bisa aku bantu untukmu?”
“Itu lho tadi aku kan berpapasan sama cewek  dia jurusan fisika, aku ingin tahu nomer Hpnya”
“O….Itu sih gampang”
“Beneran kan kamu mau nolong aku?”. Keesokan harinya Askia memberikan informasi tenteng cewek misterius itu.
“Gimana Ki, berhasil apa enggak?” Raka bertanya.
“Gampang semuanya beres, namanya Nadim rumahnya di Jl. Raya 401 Cilacap, ini nomor Handphonenya”
“Makasih ya ki atas informasinya”
“sama-sama”.

Malam hari Raka berkenalan dengan Nadim lewat Handphone.
“Malam,Kamu masih ingat apa engak sama aku kemarin waktu duhur aku nabrak kamu” Tanya Raka.
“malam juga,Oh kamu ada apa ya kok malam-malam telephone aku?”
“Aku mau kenalan sama kamu,boleh apa enggak klu nggak boleh ya nggak papa”
“boleh,namaku Nadim kalau boleh tau namakamu siapa?”
“Namaku Raka”
“Ka besok tugas ospek di suruh bawa apa?”
Besok disuruh bawa topi sama baju dari karung”
“Makasih ya beritanya”
“sama-sama”.

          Raka dan Nadim sering berbicara lewat Hp, Hingga Raka perhatian dengan Nadim. Raka ingin mengungkapkan perasaan yang dipendamnya selama ini. Siang itu ditemani matahari yang cerah berkawan kabut. Raka menemui Nadim sedang duduk di teras kelas di bawah pohon yang rindang.
“Dim ,ini mungkin sulit untuk kuungkapkan tapi aku akan berusaha untuk mengungkapkannya” Ucap Raka
“Iya gak papa Ka” sahut Nadim dengan halus
“Sebenarnya aku sangat mencintaimu,sudikah kau menerima cintaku ini?”
“Aku gak bisa Ka,maafkan Aku”
         
          Sambil menangis Nadim berlari menjauhi Raka. Seiring Nadim berlari Raka memikirkan apa alasan Nadim menolak cintanya. Dia mencari tahu tentang kehidupan sehari-hari lewat Askia.
“Ki mungkin ini udah kedua kalinya aku minta tolong kamu,Kamu jangan bosan ya” Pinta Raka
“Iya Ka gak papa aku kan sahabatmu aku ikhlas bantu kamu. Kenapa kamu begitu gelisah?”
“Aku gelisah soalnya Nadim menolak cintaku,dan aku ingin kamu bantu aku cari tahu apa permasalahan Nadim yang dipendamnya dari ku”
“iya ka Kamu tenang aja semuanya beres ditangan aku”
“Terima kasih banyak ya”.

          Akhirnya Raka tahu kenapa Nadim menolak cintanya. Nadim tidak mau menerima cinta Raka karena Sejak kecil Nadim sudah dijodohkan dengan seorang laki-laki yang notabenya anak pejabat yang kaya raya.
“Dim kenapa selama ini kamu gak kasih tahu soal masalahmu itu?”
“ka ini kehendak orang tuaku bukan aku!”
“Tapi sebenatnya kamu juga mau apa enggak dijodohkan?”
“Aku nggak mau ka,aku nggak mau”
          Sambil setitik air mata lari keluar dari mata Nadim.

Raka tidak bisa berbuat apa-apa untuk Nadim hingga suatu saat Raka lewat di depan rumah Nadim. Disana ada keramaian,Raka ingin tahu lalu ia masuk kerumah Nadim.
“Tidak-tidak ,pertunangan ini harus dibatalkan karena sebenarnya Nadim tidak mau”gertak Raka
“Bohong itu tidak benar,udah usir aja orang ini” jawab Andik

Tapi Raka tetap menolaknya. Kemudian Andik menghajar Raka sampai babak belur,acara pertunangannya tetap dilaksanakan. Namun Raka tetap menbalas perlakuan Andik walaupun mukanya babak belur hingga Raka jatuh pingsan.
“ka ini aku ka,bangun ka ini aku Nadim disampingmu” dengan terbata-bata Nadim bicara.
Raka tetap tidak tidak sadar .Raka akn dibawa ke rumah sakit tapi ayahnya menolak.
“udah dim kamu nggak usah kasihani orang ini” bentak ayah Nadim.
“tapi pa……selama ini Raka udah baik pa sama aku,dia udah nolong aku pa”
“nggak pakai tapi-tapian,sana masuk kedalam rumah”.

          Kemudian setelah beberapa meni ayah Nadim merenungkan perkataan Nadim. Ayahnya jadi iba dan membawanya ke rumah sakit. Dua minggu kemudian Raka sembuh dari lukanya. Sejak saat itu hubungan orang tu Nadim terjalin baik dengan Raka. Sebetulnya Ayah Nadim juga tidak mau tapi orang tua Nadim dipaksa oleh orang tua Andik dan kalau Nadim tidak mau ayahnya akan dipecat dari kantornya.

********
3 tahun selanjutnya Raka dan Nadim lulus dan di wisuda rencannya Raka akan melamar pekerjaan di BUMN. Tapi Nadim akan dinikahkan dengan Andik karena perjanjiannya Nadim akan dinikahkan dengan Nadim setelah lulus kuliah. Dengan nekatnya Raka tiba ke acara pernikahan itu. Waktu ijab kobul Raka datng tepat waktu.
“Tidak-tidak pekawinan ini tidak sah karena mempelai wanita dipaksa oleh mempelai pria”
“apa urusanmu?”
“ini memang bukan urusanku tapi aku akan membantu Nadim sekuat tenaga”
“Silahkan-silahkan saja kalau kamu bisa ambil Nadim dariku!memang kamu lupa kalau aku anak seorang anak pejabat yang kaya raya.sedangkan kamu anak orang miskin yang gak punya apa-apa”
“terserah, kamu mau bilang apa tentang aku Tapi kamu harus camkan ini di otak bodohmu itu bahwa di mata Allah semua orang itu sama yang membedakan hanya imannya bukan hartanya”.
Kemudian Raka menanyai Nadim apakah Nadim mau ikut Raka.
“dim maukah kamu mau keluar dari semua pemasalahn ini dan memualai hidup baru denganku?”
“iya aku mau, aku mau ikut denganmu”

          Akhirnya mereka berdua lari keluar dai acara itu. Tapi nasib Raka naas, Raka ditabrak oleh mobil truk yang meilntas didepan rumah Nadim. Setelah dibawa ke Rumah sakit terdekat Raka kehabisan darah. beruntungnya golongan darah Nadim sama dengan golongan darah Raka akhirnya Nadim mendonorkan darahnya untuk Raka. Setelah darah Nadim di tranfusikan ke tubuh Raka, tubuh Raka malah tidak sehat tetapi malah kritis dan akhirnya meninggal karena transfusinya telat. Begitu juga dengan Nadim,Nadim juga meninggal karena kehabisan darah.

Nama : Rohmat Kunto Wijoyo
jangan lupa di share ke teman-teman ya

0 komentar:

Poskan Komentar